Mekar bersemi untaian kasih
Jumpa cinta pertama
Telah tertanam rindu dendam
Semakin dalam
Semakin kelam
Indah cinta berakhir duka
Mengalun sunyi dibuai mimpi
Masa remaja penuhlah sudah
Menjauh dari angan
Merapuh
…
Sendiri berjalan di dalam kelam
Kemana arah yang kutuju
Engkau hanyalah bayangan beku
…
Dalam kehidupan yang hampa
Selalu berfoya-foya
Tiada hari tanpa hura-hura
Dalam hura-hura
Hatinya duka
Yang didambakannya
Kasih orang tua
…
Serasa pagi tersenyum mesra
Tertiup bayu membangkit sukma
Adakah esok kan tersenyum jua
Memberi hangatnya sejuta rasa
Sabda alam, menghanyutkan suasanaku
Kadangkala kebosanan mencekam jiwa
Sabda alam, berbuah kodrat tak tertahan
Rasa cinta, rasa nista berpadu satu
Saya selalu kagum dengan gaya bahasa, syair dan melodi lagu² era 70 atau 80an, seperti karya² Guruh, Eros Djarot, dan terutama lagu² yg dibawakan Chrisye. Dari dulu selalu pengen bisa nonton konser Chrisye. Sebagai orang bukan tipikal pengidola seseorang, ga banyak artis yg pengen saya tonton. Chrisye, Guruh, The Beatles, David Foster, dan Naif. Paling itu aja yang pengen pengen pengen saya tonton. Hanya saja buat saya, menikmati karya & nonton Chrisye seolah² menjadi suatu kebanggan. Tapi saat berita kematiannya muncul, saat itu juga cita² itu tercoret dari wish-list. Dan dari saat itu jg berpikir, artis Indonesia mana ya yg kira² pgn saya tonton.
Tapi akhirnya 6 April 2012, saya menyaksikan Chrisye hidup kembali. Salah satu momen yg ga akan bisa terlupakan, salah satu momen yg benar² bisa saya nikmati sepenuhnya dari detik 0 sampai detik 10.000 sekian.
Salah satu karya seni terbaik yg pernah ada di Indonesia (bahakan dunia) buat saya. Salut untuk Erwin Gutawa dan Jay Subiakto yg berhasil benar² memunculkan Chrisye.
Salah satu kebanggan saya jadi orang Indonesia adalah Indonesia (pernah) punya karya² musik bagus. dan karya² itu banyak terlahir dari seorang Chrisye.
Chrisye, we miss you.
“Hanya orang besar yang bisa mengumpulkan banyak orang walaupun dia telah tiada.” Erwin Gutawa, Konser Kidung Abadi Chrisye.



