takochu
berawal dr rasa penasaran akan bergentayangannya benda bulat warna-warni berbentuk gurita, akhirnya saya menemukan siapa sebenarnya benda plastik yg makin lama makin beken ini.
dengan ‘plastic octopus toy’ sebagai kata kunci di mesin pencari Goooooooogle, akhirnya saya menemukan si gurita boncel ini.

namanya TAKOCHU. apakah artinya, “tako yang luchu”:3 :3 ?? entah. tp pasti BUKAN LAH!
ternyata dia adalah mainan dengan figur gurita yang bisa disusun satu sama lain dan terbuat dari plastik atau akrilik.
dengan icon bibir nyonyot-nya itu, selain terdiri dari berbagai warna, takochu jg terdiri dari beberapa nama. NAMA!
bukan ky di indonesia yg sll ngasi nama tokoh mainan, maskot, dsb dg nama² singkatan, si mainan sederhana buatan jepang ini namanya disesuaikan dg warnanya.
ada yg namanya takoyaki, ada yg seri es krim; mint w/ choco, strawberry, vanilla,



ada yg transparan

dan dan dan….
ada yg ekspresinya aneh²!

dan ternyataaaa ada yg bibirnya NYONYOT POL! LOL~~

terus, disusun ky gmn jg, EKSPRESINYA SELALU DAPET! *naonbetwoey!


kenapa ya, jepang selalu berhasil dalam kekonyolan dan jd brilian! kl indo, sok² brilian malah jatohnya konyol! *bikn maskot seagames aja nyaru sama cicak sama mpek²—’!
maenan yg ga bs diapa²in ini, cuma bs ditaro gt aja, diidolakan sama org² jepangnya sendiri dan org² luar. bahkan ud banyak yg bikin versi rajutannya..

pertama²nya sih liat ni guribon kesel! anoynjing whoey!! tp lama²….
kyny seru kl punya pajangan ky gini:D

last memories
I was surprised when Shelty said that there will be no more videos of Nina.
Her dad, Geoffrey, decided that he and his wife would stop making those videos public before Nina starts elementary school, and that time has now come. He think it is time to let Nina disappear from the public eye because she has a privacy too as a human being.
It’s pretty sad to lose Nina. But it is a wise decision taken by parents for their kid.
Thank u, Mr. Geoffrey, for those videos. You have taught us many things about the simplicity of life by your pretty daughter, Nina.
Tingkat kecemburuan alam mencapai 8,9 skala richter, dan tingkat kerinduannya mencapai jutaan doa. Lautan bagai berpesta. Ombak sampai menari-nari karena akhirnya manusia mau berdoa. Mungkin manusia sudah lupa sama daratan, di mana akhirnya laut sendiri yang mengingatkannya. Atau alam telah menjatuhkan lututnya di depan manusia, sampai ia menggetar bumi. Kemudian banyak menetes airmatanya, sampai bumi tenggelam.
Apapun itu, tsunami telah terjadi. Bila laut adalah cinta, tsunami pasti rindu yang mematikan. Mereka remuk dan kehabisan nafas. Laut terlalu erat memeluknya.
Demikian kata-kata yang mengikuti kedukaanku, di mana aku ikut berdoa atas bencana Tsunami yang melanda negeri Sakura. ~ PRAY FOR JAPAN ~

